Pengaruh Pencemaran lingkungan Terhadap pupolasi Cacing Darah

bananaPenelitian ini di lakukan oleh Anita Tri Oktavia, Elis Qomariah, Faradillah Rahmawati, Ni Nyoman Y W, Nur amalina Tyas dan Saddam Pradana (siswa SMA LAB UM kelas X)

Dibimbing oleh : pak Iqbal

1.1 Latar belakang

 Di zaman yang semakin maju ini masih banyak sekali sungai-sungai yang tercemar dan tidak di pedulikan lagi kebersihannya oleh masyarakat sekitar. Apalagi banyaknya sungai yang tercemar mengakibatkan populasi cacing darah yang semakin meningkat. Cacing darah atau Blood worm merupakan larva serangga golongan Chironumus. Oleh karena itu, meskipun disebut sebagai cacing, binatang ini sama sekali bukan golongan cacing-cacingan tetapi serangga. Nyamuk Chironumus tidak mengigit dan kerap dijumpai di perairan bebas. Dengan dasar berlumpur atau berpasir sangat halus yang kaya akan bahan organik.

Fase makan dari serangga ini terdapat pada fase larvanya, sedangkan bentuk dewasanya sebagai nyamuk yang tidak mengigit, hanya berperan untuk kawin, kemudian bertelur dan mati.

90% bagian tubuh bloodworm adalah air dan sisanya, 10% terdiri dari bahan padatan. Dari 10% padatan ini, 62,5% adalah protein, 10% lemak dan sisanya lain-lain. Dengan kandungan nutrisi yang kaya protein, bloodworm merupakan sesuatu pakan ikan yang disukai. Dalam blantika ikan hias, bloodworm telah digunakan sebagai pakan ikan sejak tahun 1930an.

Sering disalah artikan bahwa warna merah pada bloodworm dapat ditularkan pada ikan, sehingga orang berlomba-lomba mendapatkan bloodworm tersebut untuk “ memerahkan” ikannya. Warna merah pada bloodworm disebabkan oleh Hemoglobin, yang sangat diperlukan oleh makhluk tersebut agar dapat hidup pada kondisi dengan kadar oksigen rendah.

Sejauh ini tidak ada hubungan antara hemoglobin dengan warna ikan. Meskipun demikian kandungan protein yang tinggi akan menyebabkan ikan yang mengkonsumsinya menjadi “ lebih sehat “ sehingga ikan tersebut warnanya menjadi cerah. Pada penelitian ini, kami meniliti cacing darah karena banyak fungsinya terutama pada cacing. Misalnya cacing tanah fungsinya sebagai penghancur gumpalan darah.

Pengaruh Pencemaran sungai terhadap populasi cacing darah itu karena dampak dari pencemaran yang semakin hari semakin meningkatnya pencemaran yang ditimbulkan dari limbah rumah tangga, rumah sakit dan industri yang membuang seenaknya disungai.

Apalagi cacing darah lebih cepat berkembangbiak di air kotor dari pada d iair yang bersih dan tidak tercemar.

 1.2 Rumusan Masalah

 Apa yang menyebabkan meningkatnya populasi cacing darah di aliran sungai brantas?

1.3 Tujuan Penilitian

1)      Kita dapat mengetahui seluk beluk dari ekosistem yang ada di sungai seperti cacing darah.

2)      Kita dapat menambah pengetahuan tentang ekosistem di sungai.

3)      Untuk mendeteksi kualitas air

4)      Untuk mendeteksi penyebab meningkatnya cacing darahdi sungai tercemar.

1.4 Hipotesis

 Meningkatnya pencemaran karena pengaruh populasi cacing darah.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Variabel-variabel, antara lain:
  • Variabel bebas adalah konsentrasi antara ekosistem cacing dara dan ekosistem lainnya
  • Variabel terikat adalah meningkatnya ekosistem cacing darat
  • Variabel kontrol adalah jenis cacing darathabitat asli, volume Air tembakau, jenis tempat penelitian, aklimasi, suhu, intensitas cahaya, berat dan ukuran cacing darat
  1. Asumsi Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan cacing darat (Blood worm) kelaminnya, betina atau jantan, karena semua sampel diambil berdasarkan berat yang relatif sama (dalam rentang tertentu). Dengan berat dan ukuran yang relatif sama, semua sampel yang digunakan diasumsikan mempunyai jenis kelamin yang sama untuk mempermudah pelaksanaan penelitian ini.

  1. Populasi dan sampel

Populasi yang digunakan adalah semua ekosistem air sungai yang digunakan adalah cacing darat yang dipperoleh dari Sungai Brantas.

1.6 Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini meliputi:

  • Variabel bebas, yaitu variabel yang dimanipulasi atau diubah-ubah sesuai dengan kepentingan penelitian,
  • Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas, variabel terikat pada penelitian ini adalah menigkatnya jumlah ekosistem cacing darat dengan menyusutnya populasi ikan yang ada di sungai.
  • Variabel kontrol merupakan variabel yang  dikontrol oleh peneliti yang diduga ikut mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, variabel kontrol pada penelitian ini adalah sebagai berikut,

N Masyarakat sekitar sungai Brantas membuang sampah dan limbah pabrik secara besar-besaran dan tidak mengingat akan bahaya dan merugikan mereka sendiri.

N Ph air yang kurang

N Sungai yang dangkal

N Tumbuhan di tepi sungai yaitu perdu

N Tanaman dalam air yaiti alga

N Sedikitnya jumlah ikan

1.7 Manfaat Penelitian

£ Untuk lebih memahami tentang ekosistem air tawar

£ Agar dapat mengetahui tentang populasi cacing darah di sungi tercemar

KAJIAN PUSTAKA

Ciri-ciri cacing darah (Blood worm)

♂Hidup di air tawar

♂Tubuh tidak bersekmen

♂Bentuknya pipih dorsoventral

♂Ukuran tubuhnya beberapa mm, yaitu 4-30 mm

♂Tubuh berwarna kemerah-merahan

♂System pencernaan masih sederhana

♂Sistem saraf berupa system saraf rongga tali

♂Sistem ekresi berupa sel-sel api yang berhubungan dengan saluran yang   akhirnya bermuara keluar tubuh

♂Mempunyai daya regenerasi yang tinggi

♂Reproduksi

a)      Secara kawin (seksual), bersifat hermaprodit, berarti bisaterjadi perkawinan sendiri atau bisa terjadi perkawinan silang

b)      Memutuskn diri (aseksual). Pemotongan transversal di bagian belakang kerongkongan

METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan lima kali ulangan dan empat perlakuan. Subyek yang digunakan adalah Cacing Darah (Blood worm)

3.1.2 Prosedur Penelitian

Prosedur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  • Tahap persiapan

1  . Kita di beri LkS oleh Pembina untuk penelitian

2. Mencari obyek yang akan dicari di sungai yang tercemar

3. Menganalisis satu persatu oyek apa saja yang ada dalam sungai tersebut

4 . Mendeteksi ekosistem yang dominan pada sample tersebut

  • Tahap aklimasi
  1. Menempatkan cacing darah yang telah dipilih sebagai sampel dalam botol atau toples kecil bersama air habitat aslinya.
  2. Memberi makan berupa sedikit daging yang dip potong kecil-kecil pada cacing darah dalam ember tersebut.
  3. Mengganti air dalam ember setiap hari dimana pergantian dilakukan dengan menyisakan air tersebut setengah dari volume awal, kemudian ditambah dengan air baru dari habitat asli.
  4. Aklimasi dilakukan selama 7 hari.
  • Tahap penelitian
  1. Mempersiapkan instrumen penelitian dengan mengebon beberapa peralatan yang dibutuhkan di Laboratorium Biologi.
  2. Menganalisis satu persatu pada sample yang ada
  3. Mengamati apakah ada perubahan yang terjadi pada ember yang terisi cacing darah dan habitat aslinya
  4. Catat semua data yang ada
  5. Melakukan percobaan ini dengan 5 kali ulangan

Tahap dokumentasi

    1. Mencatat waktu kematian dan memasukkannya dalam tabel data hasil pengamatan.
    2. Mendokumentasikan kegiatan penelitian dengan bantuan kamera

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2009 di Sungai Brantas Malang “TAREKOT”. Waktu penelitian dilakukan selama kurang lebih 2 jam yaitu mulai pukul 08.00 – 10.00.

 

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ekosistem air sungai yang ditemukan di sungai Brantas, Malang. Sedeangkan sampel yang digunakan adalah cacing darah (Blood worm) yang memiliki berat antara 0,5 sampai 1 gram dengan ciri-ciri tubuh pipih, tidak memiliki rongga tubuh dengan bintik-bintik merah dan embrio ini memilki 3 lapisan.

Instrumen Penelitian

☺    Piring plastic

☺    Kaca pembesar

☺    Peralatan tulis

☺    Ember

☺    Meteran

☺    Stopwatch

 

Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengadakan observasi secara langsung yaitu mengawasi peristiwa-periatiwa yang terjadi selama proses penelitian termasuk mencatat reaksi apa saja yang terjadi ketika individu yang dicampur dalam satu habitat

Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Anava dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh semakin bertambahnya ekosistem cacing darah di Sungai Brantas.

 

DATA PENELITIAN

Setelah melakukan pengamatan pada setiap perlakuan yang diberikan maka dapat dirangkum dalam tabel berikut ini.

1. Rata-rata lebar sungai               : 4-5 meter

2. Rata0rata kedalaman sungai     : 0,5 meter

3. Rata-rata kecepatan arus           : 15m/s

4. Cuaca 3 hari yang terakhir        : Hujan

5. Suhu air                                     : 15 ˚C

6. Ph                                              : 3 ˚C

7. Warna  air                                  : coklat / keruh

8. Bau air                                       : tidak sedap

9. Kekeruhan air                            : sangat keruh

10. Dasar sungai                            : pasir, batuan, lumpur

11. Fakta dari polusi air                : plastik yang mengapung, banyak buih

12. Hewan dalam air                     : cacing darah, keong, larva nyamuk

Dari pengamatan kami, telah di temuakan 90% bagian tubuh bloodworm adalah air dan sisanya, 10% terdiri dari bahan padatan. Dari 10% padatan ini, 62,5% adalah protein, 10% lemak dan sisanya lain-lain. Dengan kandungan nutrisi yang kaya protein, bloodworm merupakan sesuatu pakan ikan yang disukai. Dalam blantika ikan hias, bloodworm telah digunakan sebagai pakan ikan sejak tahun 1930an.

 

ANALISIS DATA

Data-data yang telah diperoleh dalam penelitian ini dianalisis alat-alat yang sangat sedrehana untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh ekosistem cacing darah meningkat adalah

Mendeteksi kualitas air sungai dengan menggunakan kit deteksi kualitas sungai yang dilengjapi dengan instrument biondikator dan panduan identifikasi makroinvertebrata, adalah sebagai berikut :

Diketahui :      Organisme bentos      : 1

Organusme sensitive  : 0

Organisme moderat    : 0

Ditanya:          Deteksi kualitas?

Jawab : Kualitas air sungai sangat kotor atau sudah tercemar sangat parah

 

PEMBAHASAN

Setelah kami teliti dengan seksama di Sungai Brantas ada beberapa macam pencemaran air yang terjadi di sungai tersebut, antara lain :

  • § Pencemaran Limbah Pertanian

Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida yang dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia orana yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit.

  • § Pencemaran Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat di jumpai berbagai bahan organik yang terbawa air got. Bahan-bahan yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun drastis.

Di kota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau menyengat, dengan denagn begitu tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibanding dengan limbah industri, limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

  • § Perncemaran Limbah Industri

Adanya sebagian indutri yang membuang limbahnya di sungai. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri. Mungkin berupa polutan organik, polutan anorganik, atau mungkin polutan yang mengandung asam belerang, atau berupa suhu. Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemaran air oleh limbah industri. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapumg agar tidak tersebar, kemudian permukaan polutan dengan zat yang dapat menguraikan minyak

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa ekosistem cacing darah meningkat dengan adanya beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :

N Masyarakat sekitar sungai Brantas membuang sampah rumah tangga dan limbah pabrik secara besar-besaran dan tidak mengingat akan bahaya dan merugikan mereka sendiri.

N Ph air yang kurang

N Sungai yang dangkal

N Tumbuhan di tepi sungai yaitu perdu

N Tanaman dalam air yaitu alga

N Sedikitnya jumlah ikan

N Keruhnya air sungai

Padahal dengan banyaknya sungai yang tercemar karena ulah manusia, akan semakin banyak juga orang-orang yang terserang penyakit karena pencemaran itu dan dapat merugikan mereka sendiri.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data, kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Ekosistem cacing darah meningkat disebabkan oleh beberapa factor salah satunya adalah pembuangan limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang di buang secara besar-besaran
  2. Rata-rata lebar sungai dan kedalaman juga berpengaruh karena semakin dangkal sungai semakin banyak pula ekosistem cacing darah.

7.2 Saran

1.   Perlu penelitian lebih lanjut mengenai semakin meningkatnya ekosistem cacing darah.

2.   Dari hasil penelitian dan kesimpulan ini penulis menyarankan adanya tindak lanjut oleh pihak yang bersangkutan, terutama lembaga pertanian, masyarakat sekitar, persahaan industri supaya tidak membuang sampah sembarangan ke sungai yang dapat merugikan lingkungan sekitarnya.

3. Di adakan penyuluhan lebih lanjut tentang pembuangan sampah ke sungai yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

¤  Anonim ; Desember 2008 ; pencemaran sungai ; www.google.com : diakses tanggal 27 Mei 2009

¤ Anonim ; 2009 ; cacing darah ; www.google.com : di akses tanggal 28 Mei 2009

¤ Anonim ; gambar cacing darah ; http://images.google.co.id : di akses tanggal 28 Mei 2009

¤ Chotimah, Khusnul ; 2009 , modul Biologi SMA LABORATORIUM UM

¤ Mahanal, Susriyati ; ; 2009, Ekosistem Air Tawar ; Program Pasca Sarjana Pendidikan     Biologi Biologi Universitas Negeri Malang.

Inilah dia para peneliti muda kita:

Foto0485

Satu Balasan ke Pengaruh Pencemaran lingkungan Terhadap pupolasi Cacing Darah

  1. jini mengatakan:

    kenapa cacing darah digunakan sbg indikator pencemaran lingkungan????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: