Analisis Kondisi Ekosistem Sungai Brantas

grapefruitPenelitian ini dilakukan oleh; Dedit Setya, Diki Mahendra, Indah Trisyanti, Soraya Indah dan Tivany Simanjuntak (siswa SMA LAB UM kelas X.2)

dibimbing oleh: Pak Iqbal

 

1.1. Latar Belakang

Diera globalisasi ini sungai-sungai di Indonesia khususnya di kota Malang, banyak sekali sungai-sungai yang sudah tercemar. Pencemaran tersebut banyak sekali sumber/asalnya antara lain seperti limbah pabrik, limbah rumah tangga, pembuangan sisa-sisa daun atau pun botol-botol oleh anak-anak yang sedang bermain di sungai. Selain itu permasalahan yang terjadi adalah “mengapa masyarakat masih saja sering mandi di sungai”, padahal air yang mereka buat mandi adalah air yang tercemar dan mengandung bakteri yang merugikan bagi kesehatan mereka. Selain itu penyebab pencemaran air sungai yang paling parah adalah limbah deterjen yang mengakibatkan ekosistem sungai terganggu. Air sungai juga bermanfaat untuk air suling ataupun air untuk keperluan rumah, jikalau air tersebut bersih atau jernih. Tetapi hal tersebut hanyalah angan-angan belaka. Sekarang ini air sungai penuh bakteri dan penuh dengan sumber penyakit. Dan masalah kedua yang dihadapi adalah “mengapa warga masih saja membuang sampah sembarangan ke sungai ? Dan apakah warga tidak melihat dampak yang mereka lakukan ?

Di akhir-akhir bulan ini hujan sering melanda kota Malang, banyak sungai yang menjadi sumber banjir, diantaranya adalah Sungai Brantas. Sungai terusan ini menjadi langganan banjir. Mengapa sungai Brantas selalu menjadi langganan banjir ? Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya kekurangsadarannya masyarakat akan penjagaan ekosistem sungai.

 

1.2.Rumusan Masalah

Bagaimanakah kondisi ekosistem di Sungai Brantas ?

 

1.3. Tujuan Penelitian

Setelah melakukan penelitian tentang keadaan di sungai Brantas diharapkan dapat mengidentifikasi tentang kondisi ekosistem di sungai Brantas. Apakah tidak tercemar atau tercemar berat, sedang, ringan.

 1.4. Hipotesis

Kondisi ekosistem di sungai Brantas sudah termasuk ke dalam skala sungai yang tercemar.

 1.5.Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut :

  • Untuk memahami tugas-tugas serta materi biologi.
  • Untuk mengetahui tentang macam-macam pencemaran sungai.
  • Sebagai bahan ajar yang dibutuhkan untuk mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis sungai serta pencemarannya.

 KAJIAN PUSTAKA

 2.1. Sungai

Sungai merupakan jalan air alami. Laluan melalui sungai merupakan cara biasa air hujan yang turun di daratan untuk mengaliri ke laut atau takungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Pemanfaatan terbesar sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).

 2.2. Pencemaran air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar, sebagai berikut :

a)      Pembuangan limbah industri

b)      Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri

c)      Fosfat pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian terakumulasi

Salah satu pencemar di laut adalah tupahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker yang sering terjadi. Untuk membersihkan kawasan tercemar tersebut diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penggulangannya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat menggangu ekosistem laut. Bila terjadi pencemaran air, maka terjadi akumulasi zat pencemar tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

 METODE PENELITIAN

Untuk melakukan sebuah penelitian, diperlukan adanya langkah kerja yang maksimal agar dapat memperoleh hasil/data penelitian yang diharapkan sebaik mungkin.

Langkah-langkah kerja :

a)      Kita diberi pengarahan terlebih dahulu di sekolah agar tidak salah. Setelah itu kita diberikan LKS untuk menulis hasil penelitian.

b)      Kita disuruh mencari materi dari buku, internet serta sumber lainnya tentang bab “PENCEMARAN”.

c)      Pada hari yang ditentukan kita disuruh membawa LKS yang sudah diberikan. Di LKS tersebut berisi juga sebuah “PETUNJUK UMUM” tentang prosedur penelitian, antara lain :

  • Carilah informasi di internet, perpustakaan atau media lain yang relevan dengan kompetensi dasar materi pokok ekosistem air tawar, pencemaran, deteksi kualitas sungai dengan bio-indikator, dan daur ulang limbah.
  • Buatlah analisis kritis tentang informasi yang kamu peroleh.
  • Berdasarkan dedukasi terhadap sumber informasi yang kamu peroleh rumuskan masalah penelitian terkait dengan ekosistem air tawar, pencemaran, deteksi kualitas sungai dengan indikator, dan daur ulang limbah.
  • Susunlah suatu hipotesis yang menggambarkan hubungan sebab akibat antara variabel bebas dan varibal terikat.
  • Susunlah suatu instrumen untuk mengumpulkan data terkait ekosistem air tawar, pencemaran, deteksi kualitas sungai dengan indikator, dan daur ulang limbah.
  • Lakukan investigasi ekosistem sungai untuk mengumpulkan data terkait ekosistem air tawar, pencemaran, deteksi kualitas sungai dengan bio-indikator, dan daur ulang limbah.
  • Lakukan analisis data.
  • Susunlah laporan investigasi sesuai dengan alokasi waktu yang disediakan.

d)     Turun ke sungai dan mencari organisme yang hidup di sungai.

e)      Setelah selesai kita dibimbing untuk mengidentifikasi sungai tersebut tercemar atau tidak dengan menggunakan alat deteksi kualitas air sungai dengan bio-indikator bentos makroinvertebrata.

Waktu Penelitian

Hari / tanggal              : Jumat / 15 Mei 2009

Waktu                         : pkl 07.30 – selesai

Tempat                        : Sungai Brantas – TAREKOT MALANG

Acara                           : Penelitian ke sungai

DATA DAN ANALISIS DATA PENELITIAN

   Setelah melakukan penelitian di sekitar sungai Brantas, kita mendapatkan data-data dari hasil pengamatan di sungai tersebut, antara lain :

  1. Panjang sungai                        : 100 m
  2. Rata-rata lebar sungai             : 4 m
  3. Rata-rata kedalaman sungai    : ½ m
  4. Rata-rata kecepatan arus         : 10,4 m/s
  5. Warna air                                 : keruh/cokelat muda
  6. Kekeruhan air                          : keruh
  7. Dasar sungai                            : pasir, batuan, lumpur
  8. Fakta dari polusi air                : plastik yang mengapung, banyak buih
  9. Tumbuhan di tepi sungai         : semak, bambu

10.  Hewan dalam air                     : bentos makroinvertebrata ( larva nyamuk, chironomus, belatung ekor tikus, keong )

 

Dari data-data yang telah diperoleh di atas, dapat diidentifikasi :

  • Belatung ekor tikus                        : 1 (toleran)
  • Larva nyamuk/ simulidae   : 14 (sensitif)
  • Chironomus                        : 3 (toleran)
  • Keong                                 : 14 (toleran)

 

Dapat kita kelompokkan sebagai berikut :

  • Toleran : n=3
  • Sensitif : n=3
  • Moderat : n=0

 

Yang membuktikan bahwa ekosistem sungai Brantas telah tercemar sedang, dan pembuktian tersebut telah dibuktikan dengan menggunakan alat deteksi kualitas air sungai bio-indikator makroinvertebrata dapat disimpulakan bahwa kualitas air sungai Brantas tercemar sedang.

PEMBAHASAN

dari hasil analisis data, didapat sungai Brantas kualitas airnya sedang. Pencemaran sungai Brantas dikategorikan sebagai sungai tercemar. Di dalam sungai Brantas telah banyak ditemukan bahan-bahan anorganik sampah-sampah yang sangat sulit untuk terurai. Selain itu mengapa masyarakat setempat masih membuang sampah di sungai tersebut ? Pembahasan dari permasalahan ini memiliki inti ataupun fakta yang sangat kental bahwa banyak sekali organisme-organisme di sungai Brantas tersebut merupakan organisme yang merugikan dalam kehidupan manusia sebagai sumber penyakit di derah pemukiman warga. Di sungai tersebut juga ditemukan jentik-jentik nyamuk yang mungkin dapat mengakibatkan penyakit bagi warga setempat.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil penelitian kami, dapat disimpulkan bahwa :

  • Kondisi ekosistem sungai Brantas saat ini teridentifikasi sebagai sungai yang tercemar sedang.
  • Macam-macam bentos makroinvertebrata yang ditemukan antara lain : larva nyamuk, chironomus, belatung ekor tikus, keong.

 

  1. Saran

Sebaiknya warga sekitar sungai Brantas lebih bisa memelihara ekosistem sungai Brantas agar sungai Brantas tingkat pencemarannya dapat berkurang. Dan juga warga sekitar yang tinggal di sekitar sungai lebih meminimkan pembuangan limbah sisa rumah tangga ke sungai.

DAFTAR PUSTAKA

Para peneliti kita:

WeLeh..weLeH..042

8 Balasan ke Analisis Kondisi Ekosistem Sungai Brantas

  1. Anonim mengatakan:

    Bagus

  2. kartika mengatakan:

    wah kren bgt ,,…….. klian hbt

  3. wiyanah mengatakan:

    miQUmm…
    thanks ea taz penelitianMu
    quwh jadi ngerti skrng klo hidup itu haruz…
    bersih di lingkungan

  4. maia mengatakan:

    . smg dg pnelitian ne,
    . sma lab lbh maju,amin…

  5. ratna mengatakan:

    askum…………
    makacih ya….. tas bantwx, Q bsssa slsein tgs biologiQ.analisis kalian bgs bgt,

  6. tivani mengatakan:

    jiah
    keren ppak …

  7. jini mengatakan:

    Aslmkm….
    Lumayan bagus penelitiannya…

    Mgkn bs dkmbngkan untuk permaslahan yg laen…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: